POTENSI EKOWISATA: TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK

IMG_2008.JPG

Sejarah Kawasan

Kawasan TNGH ditetapkan sebagai salah satu taman nasional di Indonesia, berawal dari proses penunjukkan taman nasional dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 282/Kpts-II/1992 tanggal 28 Pebruari 1992 dengan luas 40.000 hektar sebagai Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) dan resmi ditetapkan pada tanggal 23 Maret 1997 sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Departemen Kehutanan (UPT BTNGH).

Selanjutnya, atas dasar kondisi sumber daya alam hutan yang semakin terancam rusak dan adanya desakan para pihak yang peduli akan konservasi alam, pada tahun 2003 kawasan Halimun ditambah area dengan memasukkan kawasan hutan Gunung Salak, Gunung Endut yang status sebelumnya merupakan hutan produksi terbatas dan hutan lindung yang dikelola Perum Perhutani diubah fungsinya menjadi hutan konservasi, dimasukkan ke dalam satu kesatuan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) melalui SK Menteri Kehutanan nomor 175/Kpts-II/2003 dengan luas total ± 113.357 ha pada tanggal 10 Juni 2003.

Taman Nasional Gunung Halimun – Salak (TNGHS) adalah salah satu taman nasional yang terletak di Jawa bagian barat. Kawasan konservasi dengan luas 113.357 hektare ini menjadi penting karena melindungi hutan hujan dataran rendah yang terluas di daerah ini, dan sebagai wilayah tangkapan air bagi kabupaten-kabupaten di sekelilingnya. Melingkup wilayah yang bergunung-gunung, dua puncaknya yang tertinggi adalah Gunung Halimun (1.929 m) dan Gunung Salak (2.211 m). Keanekaragaman hayati yang dikandungnya termasuk yang paling tinggi, dengan keberadaan beberapa jenis fauna penting yang dilindungi di sini seperti elang jawa, macan tutul jawa, owa jawa, surili dan lain-lain. Kawasan TNGHS dan sekitarnya juga merupakan tempat tinggal beberapa kelompok masyarakat adat, antara lain masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul dan masyarakat Baduy.

Atraksi yang ada di Taman Nasional Gunung Halimun:

Mencoba Canopy Trail

  • Di TN Gunung Halimun terdapat jembatan gantung dari pohon ke pohon yg disebut Canopy Bridge.
  • Jembatan dengan panjang 125 meter, ditopang oleh 7 pohon besar berada di ketinggian 30 meter dari permukaan tanah. Maksimal jumlah orang yang bisa di tanggung kanopi adalah 5 orang sehingga bila lebih dari 5 orang harus bergantian.
  • Sayangnya saat tahun 2011 Canopy Bridge sedang ada peninjauan kembali untuk kelayakan dipakainya guna keamanan pengunjung, sehingga untuk sementara waktu tidak dapat digunakan.

JkCq3K5P0o1453954362.jpg

Trekking di jalur hutan
Bersama Pemandu khusus, wisatawan akan diajarkan hal-hal baru seperti tanaman yang daunnya berbulu yang dapat menyebabkan gatal ketika disentuh, atau ada bambu hutan yang batangnya mengandung air yang segar dan dapat diminum, dll.

halimun-salak-park.jpg

Melihat “The Glowing Mushroom” atau jamur yang menyala karena mengandung zat Fosfor (untuk kegiatan malam hari).

img_20170105131113_586de381bcc62

Mengunjungi air terjun Cimacan (terletak tidak jauh dari stasiun penelitian)

Tea Walk di perkebunan Teh Nirmala (yaitu perkebunan teh peninggalan Belanda di tengah hutan).
Pemandangan di kebun teh ini hampir sama dengan perkebunan teh yang ada disepanjang jalur puncak. Bedanya, ditengah kebun teh terdapat perkebunan bunga mawar yang indah juga pabrik teh dimana kita bisa melihat proses pembuatan teh nya. Kita bisa berisitirahat diatas puncak perkebunan sambil memotret indahnya pemandangan sekitar yang hijau dengan udara yang sejuk.

Taman-Nasional-Gunung-Halimun-Salak-3.jpeg

Melihat & mengamati binatang Owa, Macan Tutul dan Burung Elang.
Untuk Harimau Jawa, sudah tidak ada lagi karena sudah punah.

Menginap di Guest House, Rumah Penduduk atau Camping sambil berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Transportasi atau akses yang ada di Taman Nasional Gunung Halimun:

  • Waktu tempuh ke TNGH dari arah Jakarta dengan menggunakan kendaran adalah sekitar 3-5 jam perjalanan. Pastikan kita menggunakan kendaraan berpenggerak roda empat yang memiliki kemampuan jelajah segala medan karena 10 kilometer terakhir menuju ke TNGH merupakan jalan yang berbatu dan tidak rata.
  • Kendaraan Pribadi : Jakarta (Tol Jagorawi) – Keluar Tol Ciawi – Parung Kuda (arah Sukabumi, belok ke kanan di Stasiun Kereta Parung Kuda) – Kabandungan (Kantor Balai TNGHS) – Cikaniki – Citalahab
  • Kendaraan Umum : Bis Jakarta – Sukabumi, turun di Parung Kuda, disambung dengan angkutan umum (L-300) menuju Kabandungan (Kantor Balai TNGHS), dari Kantor Balai dapat menngunakan angkutan umum (elf) yang menuju perkebunan teh Citalahab, namun agak jarang, alternatifnya menggunakan ojek atau charter angkutan.

Akomodasi yang ada di Taman Nasional Gunung Halimun:

Stasiun Penelitian Cikaniki :
Sebenarnya dari semua pilihan penginapan yang ada, penginapan di Stasiun Penelitian Cikaniki inilah yang paling nyaman. Namun sayangnya, saat ini pengelola TN Halimun membatasi penggunaannya dan hanya boleh digunakan oleh para peneliti yang sedang melakukan studi di TN Halimun. Tetapi tidak ada salahnya bila wisatawan yang akan menginap bertanya daulu apakah kamar-kamar tersebut bisa digunakan atau tidak.

Guest House & Home Stay di Citalahab :
Sebagai pengganti penginapan untuk keluarga di Stasiun Penelitian Cikaniki, pengelola TN Halimun mengarahkan para pengunjung yang membawa keluarga  dengan anak-anak untuk menginap di Guesthouse ataupun Home Stay di rumah penduduk.

Untuk Guesthouse, bentuknya adalah rumah sederhana yang mmiliki 5 kamar dengan suasana kampung dengan pengalaman menarik dimana kita bisa berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Pilihan kedua adalah Homestay, dimana kita akan tinggal bersama di rumah penduduk setempat. Biaya untuk Guest House maupun Homestay adalah Rp.100.000,-/kamar per malam di luar jasa memasakkan makanan.

contoh penginapan:

Halimun5copy-600x450.jpg

Konsumsi yang ada di Taman Nasional Gunung Halimun:

Untuk konsumsi yang ada di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun sebelum masuk menuju kawasan Taman Nasional terdapat perkampungan penduduk yang dilengkapi dengan minimarket lengkap dengan menjual beberapa barang dan makanan yang diperlukan untuk persediaan pada saat berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun ini.

Selain minimarket adapula beberapa Resort dan Restaurant mulai dari harga menengah kebawah hingga menengah keatas, tergantung selera wisatawan dan tentunya budget yang diperlukan.

Contoh Resort yang ada di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun:

142063086769957788.jpg

Sumber dan dokumentasi: Google

Tinggalkan komentar